banner 728x250

Diduga Kuat Spekulan Beraksi, Pemicu Minyak Goreng Bersubsidi Merek “Kita” Langka di Bintan,

banner 120x600
banner 468x60

Bintan, sinargebraktv.com 

Menjelang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah, masyarakat mulai disibukkan dengan berbagai kebutuhan rumah tangga dan persiapan ibadah kurban. 

banner 325x300

Selain kebutuhan pokok sehari-hari, minyak goreng menjadi salah satu komoditas penting yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga untuk menyiapkan hidangan keluarga.

Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan di tengah masyarakat, pemerintah telah mengeluarkan program subsidi minyak goreng merek “Kita”. Program tersebut bertujuan agar minyak goreng dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, terutama warga ekonomi menengah ke bawah.

Namun di lapangan, keberadaan minyak goreng subsidi itu justru dikeluhkan langka oleh warga, seperti yang terjadi di Desa Malangrapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Kelangkaan tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait pengawasan distribusi minyak subsidi di wilayah tersebut.

Seorang ibu rumah tangga di Desa Malangrapat mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng merek “Kita” menjelang Idul adha. Menurutnya, minyak subsidi tersebut sangat dibutuhkan karena harganya lebih terjangkau dibanding minyak non subsidi, “Sekarang susah sekali cari minyak merek Kita di desa kami. Padahal kami sangat membutuhkannya untuk persiapan hari raya. Kalau pun ada di warung, harganya sudah mahal, “ungkap seorang warga usai berbelanja di salah satu warung desa, (19/05/2026).

Keluhan serupa juga sempat disampaikan warga kepada salah seorang staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bintan. Namun, staf tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan minyak subsidi di wilayah itu, “Saya bingung mau jawab apa, Bang. Karena memang saya sendiri belum tahu penyebab pastinya. Jujur, saya juga miris mendengar keluhan masyarakat, tapi belum bisa berbuat banyak, “ujarnya saat ditemui di salah satu warung kopi di Kilometer 16 arah Tanjung Uban, (19/05/2026).

Hal senada juga diakui Sakri, Kepala Desa Malangrapat, “iya memang, itu betul. Saya kan buka warung juga di rumah saya. Tapi kalau minyak Kita itu memang tak ada kami jual. Soalnya, memang langka. Saya pun heran, kok bisa seperti itu, “ujarnya heran, ketika ditemui di depan Swalayan Mandiri, km 16 arah Tanjung Uban, (19/05/2026).

Kondisi di Desa Malangrapat berbanding terbalik dengan daerah lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, justru menerima bantuan bahan pokok dari pemerintah daerah berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek “Kita” untuk setiap kepala keluarga, “Iya Pak, hari ini kami ambil kupon di kantor kelurahan. Pembagiannya hari Jumat nanti, “ujar seorang warga usai mengambil kupon bantuan, (19/05/2026).

Perbedaan kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan distribusi minyak subsidi di sejumlah wilayah, termasuk kemungkinan praktik permainan harga maupun penimbunan oleh oknum tertentu. Takutnya, ada mafia minyak bersubsidi yang berkelebat di wilayah itu.

Warga berharap pemerintah daerah bersama Aparat Penegak Hukum (APH)  segera melakukan pengawasan dan penelusuran agar distribusi minyak subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan pihak yang mencari keuntungan pribadi.

Terkait hal itu, media ini coba melakukan konfirmasi kepada Setia Kurniawan, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bintan, guna meminta penjelasan terkait kelangkaan dan pengawasan  minyak goreng subsidi di Desa Malangrapat.

Iwan (sapaan akrab-red) menjelaskan, “penyebab kelangkaan minyak goreng “Kita” ini, lantaran dari Bulog sebagai penyalur, belum masuk. Dan itu sudah kami konfirmasi. Namun, kami tetap berupaya mendesak Bulog supaya keterlambatan ini segera diisi. Karena, masyarakat saat ini sangat membutuhkannya. Pokoknya, kapan Bulog minta bantu sama kita, akan kita dukung, “tutur Iwan di salah satu warung kopi di km 16 Bintan, (20/05/2026).

Terpisah, Arief, Kepala kantor Perum Bulog Tanjungpinang coba dikonfirmasi terkait hal tersebut diatas melalui  ponselnya. Menurut Arief, “penyaluran minyak goreng merek “Kita” ini, ada dua penyalurnya. Yaitu, ID Food dan Bulog. Artinya, tidak semua melalui Bulog, hanya 35%. Berarti, 65% melalui swasta. Untuk saat ini, penyalurannya memang terbatas, “ujar Arief lewat ponselnya (20/05/2026).

Pastinya, lanjut Arief. Kalau stock nya banyak, akan dibagikan ke semua pemukiman. Tapi kalau kuotanya sedikit, tentu saja kita harus menjaga kondisi di pasar. Kalau pun ada pembagian minyak dan beras di Tanjungpinang, itu karna ada bantuan pak. Tapi, insyaallah dalam waktu dekat ini, wilayah Bintan akan disalurkan juga, “beber Arief.

Masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan distribusi minyak goreng subsidi berjalan normal, terlebih menjelang Hari Raya Idul adha ketika kebutuhan masyarakat meningkat tajam. (Richard).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *