Tapsel, sinargebrakrv.com
Pondok Pesantren Alyusufiah Wal Ridwaniyah yang berlokasi di Desa Holbung, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, kembali mencetak kader-kader baru yang siap terjun ke tengah masyarakat. Dalam acara wisuda yang digelar khidmat dan meriah, lembaga pendidikan ini resmi melepaskan sebanyak 75 lulusan, yang terdiri dari 45 santri dan 30 santriwati.
Selama enam tahun lamanya, para lulusan ini telah menimba ilmu agama dan pengetahuan umum di bawah bimbingan para asatidz. Sepanjang masa pendidikan itu, mereka tidak hanya dibekali kemampuan membaca kitab dan memahami ajaran Islam, tetapi juga ditempa karakter dan kedisiplinan. Lembaga ini sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren yang konsisten melahirkan generasi muda berbakat, berilmu, dan berakhlak mulia di wilayah Tapanuli Selatan. Harapan besar digantungkan pada bahu para wisudawan agar kelak menjadi penerus bangsa yang membawa manfaat luas bagi lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya di hadapan para lulusan, orang tua, dan undangan, Pimpinan Ponpes Alyusufiah Wal Ridwaniyah, Tuan Na Borkat, menyampaikan pesan mendalam sekaligus arahan penting. Ia mengingatkan bahwa ijazah atau tanda kelulusan bukanlah tanda berakhirnya proses belajar, melainkan gerbang menuju tahap pengabdian yang lebih luas.
“Jangan pernah berhenti menuntut ilmu setelah selesai dari pondok pesantren ini. Saya berharap semuanya terus melangkah, bila mampu lanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Bekal yang kalian dapatkan di sini adalah modal dasar, namun dunia terus berkembang dan tantangan semakin beragam. Semua ilmu itu nantinya harus diamalkan agar kalian benar-benar menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara, “tegas Tuan Na Borkat saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (23/05/2026).
Suasana acara berlangsung sangat hidup dan penuh kehangatan, dihadiri ratusan santri aktif yang turut menyemarakkan momen keberhasilan kakak-kakak angkatannya. Di tengah hiruk-pikuk kegembiraan dan rasa haru, Afdal Thoriq, salah satu santri yang baru saja diwisuda, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya yang mendalam.
“Alhamdulillah, hari ini kami resmi diwisuda setelah melewati enam tahun menimba ilmu dan berjuang di pesantren ini. Tak ada kata yang cukup indah selain rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, pertama kepada orang tua yang telah berbesar hati menitipkan kami di sini dan selalu mendoakan keberhasilan kami. Terima kasih juga tak terhingga kami sampaikan kepada para Ustadz dan Ustadzah, yang telah mendidik, membimbing, bersabar, dan membentuk karakter kami dari hari pertama masuk hingga bisa berdiri di titik kelulusan hari ini, “ucap Afdal dengan mata berbinar.
Kebahagiaan serupa juga terpancar dari wajah para orang tua yang hadir menyaksikan putra-putri mereka melewati satu babak penting kehidupan. Hamdani Nasution, salah satu orang tua siswa, menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus apresiasi tinggi terhadap kinerja seluruh pengelola pesantren.
“Pertama-tama, segala puji hanya milik Allah Subhana wa taala yang telah memberikan kemudahan dan keselamatan hingga hari ini anak-anak kami bisa diwisuda. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan sebesar-besarnya kepada para pendidik, pengasuh, dan seluruh jajaran pesantren yang telah bekerja keras mendidik dan membimbing anak-anak kami dengan penuh keikhlasan. Kami berharap, ke depan Ponpes Alyusufiah Wal Ridwaniyah ini semakin maju, semakin terdepan, dan senantiasa mampu mencetak generasi-generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga berbudi pekerti luhur serta berakhlakul karimah, “ungkap Hamdani penuh harap.
Acara wisuda ini turut mendapat perhatian dari unsur keamanan dan pemerintahan setempat. Hal ini terlihat dari kehadiran perwakilan Polres Tapanuli Selatan yang diwakili langsung oleh personil Polsek Batang Angkola, serta para pejabat dari jajaran Pemerintah Kecamatan Batang Angkola. Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi yang terjalin baik antara lembaga pendidikan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan agama di wilayah tersebut. (Monang).


















