Bandar Narkoba T Alias Pentul Di Duga Kebal Hukum

banner 120x600
banner 325x300

Sumatera Utara – Bandar Narkoba T Alias Pentul Di Duga Kebal Hukum pasalnya sampai saat ini belum tersentuh Hukum, sehingga membuat Keresahan masyarakat di Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kini berada di titik nadir. Peredaran narkotika yang diduga dikendalikan oleh oknum berinisial T alias P dilaporkan semakin masif dan dilakukan secara terbuka. Minimnya langkah represif dari otoritas keamanan setempat memicu spekulasi publik terkait adanya potensi “pembiaran” terhadap praktik ilegal tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan kesaksian warga, pusat aktivitas peredaran barang haram ini disinyalir berpusat di Pasar 1, Dusun Bangun Rejo, Desa Air Hitam. Meski dampak kerusakan sosial terhadap generasi muda di desa tersebut kian mengkhawatirkan, penindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah hukum Polsek Kualuh Hilir dinilai masih minim.

Kondisi ini memicu kecurigaan adanya skema koordinasi tidak resmi atau setoran “isi token” kepada oknum tertentu guna menjamin kelancaran aktivitas peredaran narkoba tersebut.

Seorang warga Desa Air Hitam yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas lambannya respons aparat.

“Peredaran ini sudah menjadi rahasia umum. Kami mempertanyakan komitmen penegakan hukum di wilayah ini. Jika terus dibiarkan, masa depan anak-anak kami menjadi taruhannya,” ujarnya kepada awak media, Selasa (20/01/2026).

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak Polsek Kualuh Hilir guna memberikan perimbangan informasi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang diberikan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp terpantau telah diterima (centang dua), namun tidak mendapatkan respons.

Sikap bungkam dari pihak kepolisian sektor ini dikhawatirkan akan memperlebar krisis kepercayaan masyarakat terhadap transparansi penanganan kasus narkotika di tingkat lokal.

Desakan Intervensi Polda Sumut dan Mabes Polri Menyikapi kebuntuan penegakan hukum di tingkat bawah, warga secara terbuka mendesak pimpinan tertinggi kepolisian, mulai dari Kapolres Labuhanbatu hingga Kapolda Sumatera Utara, untuk segera mengambil alih situasi.

Terdapat tiga tuntutan utama yang disuarakan oleh masyarakat Desa Air Hitam:

Penindakan Tanpa Pandang Bulu: Menangkap terduga bandar besar tanpa tebang pilih guna memutus mata rantai peredaran.

Penerjunan Tim Independen: Mendesak kehadiran tim khusus dari Polda Sumut yang tidak melibatkan personel lokal demi menjaga objektivitas dan sterilisasi operasi.

Evaluasi Internal: Meminta evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polsek Kualuh Hilir yang dinilai gagal atau diduga melakukan pembiaran terhadap peredaran narkoba di wilayahnya.

“Kami sangat berharap Bapak Kapolda dan Bapak Kapolres hadir langsung. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang sepenuhnya dan memicu gejolak sosial yang lebih besar di lapangan,” tutup warga tersebut.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *