Harga Sembako Melambung, Pemkab Bintan Langsung Gelar Rakor Bersama Forkopimda

banner 120x600
banner 325x300

Bintan, sinargebraktv.com 

Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya masyarakat Bintan, kini tengah menghadapi tekanan tajam terhadap harga kebutuhan pokok (Sembako-red). Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah komoditas penting menunjukkan lonjakan harga yang sangat  signifikan. Bahkan, sampai mempengaruhi daya beli masyarakat serta melemahkan roda perekonomian lokal. 

Harga berbagai bahan pokok seperti cabai, daging, dan komoditas utama lainnya  dilaporkan mengalami lonjakan parah di berbagai wilayah Kepri.

Di Kabupaten Bintan misalnya,  harga cabai merah melonjak drastis. Bahkan mencapai 110 ribu rupiah perkilo. Kuat dugaan, selain dampak bencana di sejumlah daerah di Sumatera, perubahan harga sembako ini juga disebut-sebut lantaran kebijakan Menteri Keuangan RI yang begitu menakutkan.

Selain itu, Keluhan juga datang dari pelaku usaha dan distributor Sembako yang mengeluhkan hambatan distribusi barang akibat kebijakan tersebut. Sehingga, berakibat kenaikan  harga.

Bahkan, belum lama ini para pelaku usaha distribusi barang beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Kepri. Guna  memprotes dan mengajukan aspirasi di depan kantor wakil rakyat itu. Intinya, para pelaku usaha itu meminta agar dicarikan solusi terkait permasalahan tersebut.

Menanggapi situasi yang mulai  meresahkan di tengah masyarakat, hari ini, Selasa 16 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bersama Forkopimda (Forum Kordinasi  Pimpinan Daerah) Bintan.

Sebelum rapat dimulai, media ini coba menyempatkan diri bertanya kepada Sukri, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bintan melalui telepon genggamnya.

“Yaa . . . Memang betul, saat ini harga sedang melambung.  Kebetulan sebentar lagi kami mau menggelar Rapat Kordinasi berama Forkopimda membahas permasalahan harga Sembako itu. Menurut saya, kewenangan pendistribusian itu ada di Bea Cukai. Intinya, kami rapat hari ini membahas tentang kelangkaan dan mahalnya harga sembako, “ujar Sukri (16/12/2025) lewat ponselnya.

Seorang pedagang nasi di kilometer 16 arah Tanjung Uban juga mengeluhkan harga Sembako saat ini, “wah . . . Semua serba mahal bang. Ini kami jual nasi sekarang bingung mau buat harga. Soalnya, semua serba mahal. Kalau kami naik kan harganya, nanti orang tak mau beli ke tempat kami, “keluh ibu berkerudung ini di warungnya.

Terpisah, Martin, Wadir Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI)  Provinsi Kepri merasa geram melihat situasi harga Sembako saat ini, “dengan adanya kelangkaan dan melonjaknya harga sembako, masyarakat justru merasa resah dan bingung. Soalnya, tidak sesuai dengan penghasilan yang ada. Sampai-sampai kebutuhan di rumah pun banyak yang tak terpenuhi. Ditambah lagi dengan cuaca yang ekstrim begini, banyak masyarakat mengais rezeki menjadi terkendala, “ujarnya.

Kita berharap ke pemerintah, lanjutnya . Supaya cepat dan sigap mengambil langkah. Agar  nantinya masyarakat mendapat ketenangan menjalani aktivitas sehari-hari. Memang sepele kalau menyangkut perut. Tapi sangat sensitif, “bebernya di Bintan. (Richard).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *