Kesenian Kuda Kepang Toapaya Selatan Butuh Perhatian dari Pemkab Bintan

banner 120x600
banner 325x300

Bintan, sinargebtaktv.com 

Memperingati hari jadi ke XII Kesenian Kuda Kepang Turonggo Satria Muda desa Toapaya Selatan, Sabtu 24 Januari 2026, menggelar atraksi Kuda Kepang di lapangan bola desa Toapaya Selatan. 

Atraksi kesenian Kuda Kepang itu tampak diminati warga. Ratusan warga dari berbagai wilayah antusias berdatangan memadati lapangan ingin menyaksikan.

Memasuki pukul 22.00 wib, puluhan kembang api ditembakkan ke udara. Pertanda acara segera dimulai. Diawali kata sambutan dari ketua kesenian tersebut. Kemudian disusul Sehenda, Kepala Desa (Kades) Toapaya Selatan, sembari menyerahkan bantuan sebesar satu juta rupiah. Kemudian pembacaan doa sebagai awal dimulainya acara.

Dalam sambutannya, Suhenda mengatakan, “saya selaku Kades di Toapaya Selatan ini mengucapkan selamat hari ulang tahun ke 12 kepada Kesenian Kuda Kepang Turonggo Satria Muda. Semoga kesenian Kuda Kepang ini dapat dipertahankan. Apalagi usianya sudah 12 tahun, “ucapnya.

Kuda Kepang merupakan salah satu budaya kedaerahan yang namanya telah tersohor hingga ke negeri orang. Herannya, kelompok kesenian ini malah tak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Hal tersebut diakui Hery, ketika diwawancarai di lokasi acara.

Menurut Hery, “sejak kesenian ini berdiri tahun 2014 sampai saat ini, belum ada perhatian maupun bantuan dari Pemerintah Kabupaten. Tapi, kalau dari desa memang ada. Bantuan pertama dari desa sebesar 20 juta rupiah. Dan yang kedua 70 juta rupiah. Bantuan itu digunakan untuk membeli perlengkapan, “tutur Hery.

Jadi, lanjutnya. Ke depannya, kami berharap agar pemerintah daerah ada perhatiannya terhadap pelaku seni di daerah ini. Karena, kesenian dapat menunjang Pariwisata. Selain itu, kesenian juga bukan hanya Kuda Kepang. Jadi ada semboyan yang mengatakan, nilai sebuah negara itu, terletak pada seni dan budaya. Jadi, kalau daerah itu banyak seni nya, insyaallah daerah akan maju. Dan juga kesenian merupakan pemersatu bangsa juga, “beber Hery.

Menanggapi hal itu, Martin, salah seorang  tokoh pemuda Bintan merasa miris mendengarnya, “saya mendengar penjelasan pak Hery itu merasa miris, terkait perhatian maupun bantuan yang tak ada dari Pemkab. Padahal, ini adalah kesenian yang masuk di ranah Pariwisata. Ditambah lagi usianya sudah 12 tahun. Tapi sama sekali tak pernah diberi bantuan, agar kesenian ini bisa langgeng, “tuturnya.

Sementara, lanjutnya. Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan dari sektor Pariwisata. Sedangkan pak Kades Toapaya Selatan memberi bantuan. Selain itu, di DPR Bintan pun ada Komisi yang membidangi Pariwisata. Tapi mengapa kesenian yang satu ini seolah tak dipandang ? Jangan setelah duduk di kursi empuk, lupa akan perhatian terhadap masyarakatnya, “katanya geram.

Menyangkut kesenian yang masuk ke ranah Pariwisata dan memiliki anggaran yang digelontorkan setiap tahun, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.(APBD), tapi masih saja ada kesenian yang  terkesan dilupakan. (Richard).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *