TEBING TINGGI, SUMATERA UTARA – Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Tebing Tinggi Bergerak (TTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Tebing Tinggi, Jalan Pahlawan, Kota Tebing Tinggi, pada Kamis (09/04/2026). Kedatangan massa bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tebing Tinggi.
Dalam aksi tersebut, koordinator aksi menyampaikan tujuh poin tuntutan utama yang mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak, di antaranya:
1. Pemeriksaan Pejabat: Meminta Polres Tebing Tinggi memeriksa Erwin Suheri Damanik terkait kapasitasnya saat menjabat di Bappeda tahun 2024 (kini menjabat sebagai Sekda Pemko Tebing Tinggi).
2. Audit Perjalanan Dinas: Meminta pemeriksaan mendalam terhadap anggaran perjalanan dinas Bappeda tahun 2024.
3. Transparansi Konsumsi: Meminta pemeriksaan anggaran makan dan minum Bappeda tahun 2024.
4. Proyek Fisik & Pengadaan: Mendesak pengusutan pengadaan barang dan jasa serta proyek rehabilitasi kantor Bappeda tahun 2024.
5. Dugaan Pengkondisian Vendor: Mengungkap adanya dugaan pengkondisian penyedia barang dan jasa di lingkungan Bappeda.
6. Aset Kendaraan Dinas: Mengusut kejanggalan terkait kendaraan dinas tahun anggaran 2021.
7. Dugaan Mark-up: Mengungkap dugaan penggelembungan harga (mark-up) pada pengadaan mebel (meubeler) Bappeda.
Aksidamaiini diterima langsung oleh Kasat Intelkam beserta jajaran staf Polres Tebing Tinggi. Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian memfasilitasi ruang mediasi yang dihadiri oleh perwakilan pengunjuk rasa, Kasat Intelkam, dan Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Polres Tebing Tinggi menyatakan secara resmi menerima tuntutan warga dan berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan mengedepankan bukti-bukti yang akurat.
Perwakilan pengunjuk rasa menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata tanggung jawab warga negara dalam mengawal demokrasi dan memastikan uang negara dikelola dengan transparan dan akuntabel. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah mendapat kepastian penanganan kasus tersebut dari pihak kepolisian.
(Jonny Sikumbang,)


















