PESISIR BARAT,sinargebrak tv.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat secara resmi melepas 119 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) yang akan melaksanakan pengabdian di enam pekon di Kecamatan Ngambur. Pelepasan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Armen Qodar, S.P., M.M., mewakili Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, di Lapangan Ngambur, Senin (3/08/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor IV Bidang Riset, Hilirisasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Akhlakul Karimah Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Feri Kameliawati, S.Kep., Ners., M.Kep., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat Marnentinus, S.IP., M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Rahmat, S.Sos., M.M., Camat Ngambur Jamhuri, S.Sos., M.M., para peratin, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.
Sebanyak 119 mahasiswa dari berbagai program studi akan melaksanakan KKN di Pekon Negeri Ratu Ngambur, Muara Tembulih, Gedung Cahya Kuningan, Ulok Mukti, Pekon Mon, dan Bumi Ratu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. Feri Kameliawati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang telah menerima mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu untuk melaksanakan KKN. Ia juga menitipkan seluruh mahasiswa kepada pemerintah daerah, pemerintah pekon, dan masyarakat agar mendapatkan bimbingan, arahan, serta pendampingan selama menjalankan program pengabdian.
“Kami menyerahkan anak-anak didik kami kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, pemerintah pekon, dan masyarakat. Kami memohon bimbingan, arahan, serta dukungan agar mereka dapat belajar, beradaptasi, dan melaksanakan program KKN dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Feri.
Sementara itu, membacakan sambutan Bupati Pesisir Barat, Armen Qodar menyampaikan apresiasi kepada Universitas Aisyah Pringsewu yang telah mempercayakan Kabupaten Pesisir Barat sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan.
Armen menjelaskan bahwa Kabupaten Pesisir Barat memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, serta kekayaan budaya. Namun demikian, berbagai tantangan, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan pekon masih memerlukan kolaborasi seluruh pihak.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap para mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan bersama membangun daerah melalui gagasan, inovasi, dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Armen menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini memprioritaskan percepatan penurunan stunting, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi pemerintahan pekon, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, serta pemberdayaan UMKM. Mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi melalui observasi, identifikasi permasalahan dan potensi wilayah, serta penyusunan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Di tengah berbagai keterbatasan, pembangunan tidak selalu dimulai dari anggaran yang besar, tetapi dari kepedulian, ide-ide yang baik, inovasi, dan semangat bekerja bersama. Kami yakin mahasiswa mampu menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Pesisir Barat,” kata Armen.
Ia juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah pekon dan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Selain itu, Armen mengajak seluruh peratin dan masyarakat Kecamatan Ngambur untuk menerima, membimbing, serta mendampingi mahasiswa agar seluruh program pengabdian dapat berjalan optimal.
Pada kesempatan tersebut, Armen turut mengingatkan seluruh peserta KKN agar selalu mengutamakan keselamatan selama berada di Kabupaten Pesisir Barat. Mengingat kondisi gelombang dan arus di sejumlah kawasan pantai yang berpotensi membahayakan, para mahasiswa diimbau untuk tidak mandi maupun berenang di laut serta senantiasa mematuhi imbauan pemerintah daerah dan aparat setempat.
Mengakhiri sambutannya, Armen berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Universitas Aisyah Pringsewu terus terjalin melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah. (NEDI.SE)


















