RIAU — 26 September 2026 Nama Edi Natar Nasution kembali menjadi sorotan publik. Setelah mengalami kegagalan dalam perebutan kursi Gubernur Riau, kemudian juga kalah dalam perhelatan Pilkada Kota Pekanbaru, kini sosok tersebut justru terlihat sibuk mencari-cari kesalahan terhadap lembaga keamanan negara, khususnya TNI dan Polri di wilayah Kodam XIX/TT serta Polda Riau.
Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai upaya mencari sensasi untuk menarik perhatian publik, padahal masyarakat lebih membutuhkan kerja nyata dan solusi, bukan tudingan yang tidak berdasar. Alih-alih menyumbangkan gagasan membangun Riau, ia justru menyibukkan diri menyoroti hal-hal yang justru sudah dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh para prajurit dan personel kepolisian demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di bumi Lancang Kuning ini.
TNI dan Polri di Riau senantiasa bekerja profesional, netral, dan berdedikasi tinggi dalam menjaga kedaulatan serta melayani masyarakat. Setiap langkah yang diambil sudah sesuai aturan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seharusnya, mereka yang pernah mencalonkan diri sebagai pemimpin memberi teladan yang baik, mengajak persatuan, dan menghargai kinerja aparat yang sudah berjuang di garis depan.
“Jika gagal dalam pertarungan demokrasi, yang seharusnya dilakukan adalah berkontribusi membangun dari bawah, bukan justru mengkritik tanpa solusi dan mencari-cari kesalahan lembaga negara. Riau butuh pemersatu, bukan pembuat keributan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Riau.
Masyarakat pun diharapkan cerdas menyikapi berbagai narasi yang berkembang. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tujuannya semata-mata mencari panggung dan sensasi, sementara tidak memiliki program nyata untuk kepentingan rakyat. (Irwansyah Sitorus)


















