ROHIL — Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aula Kantor Camat Bagan Sinembah Raya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut diikuti sebanyak 59 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat.
Tim penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin oleh Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan doa, sambutan, sosialisasi dan penyuluhan Karhutla, serta foto bersama.
Dalam sambutannya, Camat Bagan Sinembah Raya menjelaskan bahwa wilayah tersebut terdiri dari satu kelurahan dan sembilan desa. Secara umum kondisi wilayah cukup kondusif, namun terdapat dua wilayah yang selama ini dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla, terutama saat musim kemarau dengan kondisi cuaca panas dan kering.
Meski demikian, sepanjang tahun ini belum terjadi kejadian Karhutla yang signifikan di wilayah Bagan Sinembah Raya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta upaya bersama dalam melakukan pencegahan dan pemantauan terhadap potensi kebakaran.
Menurutnya, kejadian kebakaran sebelumnya lebih banyak terjadi di kawasan hutan dan semak belukar. Salah satu faktor yang kerap menjadi penyebab adalah kelalaian manusia, seperti meninggalkan bara api setelah melakukan aktivitas di kawasan hutan.
“Pada kondisi cuaca panas dan kering, bara api sekecil apa pun dapat dengan mudah menyulut vegetasi yang kering sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Selain faktor manusia, suhu tinggi, minimnya curah hujan, serta angin kencang juga dapat meningkatkan risiko sekaligus mempercepat penyebaran api. Kondisi medan yang sulit, keterbatasan sumber air, dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Karena itu, Camat mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam mencegah Karhutla.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, meninggalkan api setelah beraktivitas di kawasan hutan, maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan.
Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto menyampaikan bahwa kehadiran Tim Mabes TNI merupakan tindak lanjut perintah Presiden melalui Panglima TNI sekaligus bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto menjelaskan bahwa TNI memiliki tugas dalam penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan, membantu kepolisian dalam tugas-tugas tertentu, serta membantu pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kolonel Asrof juga mengingatkan bahwa Provinsi Riau memiliki kawasan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar sehingga membutuhkan perhatian dan upaya pencegahan secara berkelanjutan.
“Alam harus dijaga dan dilestarikan, sehingga pada akhirnya alam juga akan memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan kita semua,” katanya.
Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah penanggulangan Karhutla, di antaranya pemetaan wilayah rawan bencana dan modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan.
Selain itu, sinergi TNI dan Polri terus diperkuat melalui patroli di desa-desa untuk mencegah dan mendeteksi sejak dini potensi Karhutla. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga diminta aktif melakukan pemantauan serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan.
Kegiatan penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah yang harus dilakukan apabila menemukan titik api, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, TNI, Polri, perusahaan, perangkat desa, MPA, dan masyarakat.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.59 WIB tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca panas dan musim kemarau, sehingga wilayah Bagan Sinembah Raya dapat terhindar dari Karhutla dan kabut asap. (M Husin,)


















