KANDIS, SIAK – Potret pendidikan Kabupaten Siak sangat buruk di SDN 05 Sam-Sam.
Pantauan wartawan di Jl. Perkebunan Libo Desa Sam-Sam, Kec. Kandis pada 18 September 2026 menemukan fakta yang tidak bisa ditolerir.
1. NYAWA SISWA TERANCAM! PLAFON BOLONG & LAPANGAN PECAH, CAT KUSAM
Beberapa meja rusak dan bangku tanpa sandaran masih dipergunakan siswa,
Banyak plafon ruang kelas dalam kondisi rusak, bolong, dan bergantungan. Sangat berbahaya, bisa ambruk kapan saja menimpa siswa yang sedang belajar.
Belum lagi lapangan olahraga sekolah, lantai semennya sudah pecah-pecah. Bukan tempat olahraga, tapi jebakan cedera bagi anak-anak.
2. 6 RKB GELAP GULITA TAHUNAN
Sebanyak 6 Ruang Kegiatan Belajar (RKB) tidak dialiri listrik bertahun-tahun. Saat mendung, siswa belajar gelap-gelapan. Saat panas, mereka belajar mandi keringat karena kipas angin mati. Amanah UUD 1945 untuk pendidikan layak dicampakkan!
3. PERPUSTAKAAN BAU BUSUK SARANG TIKUS DIAPIT KELAS
Ruangan Perpustakaan seperti gudang yang diapit RKB mengeluarkan bau menyengat, kotor, jorok, buku-buku berserakan menjadi sarang tikus. Sumber penyakit tepat di samping kelas!
4. WIFI LELET, PEMBELAJARAN CODING LUMPUH
Jaringan wifi sekolah lelet, tidak terpakai, tidak diperbaiki atau di-upgrade. Sejumlah guru mengeluh karena program pembelajaran coding dan digitalisasi yang dicanangkan pemerintah pusat jadi lumpuh total.
5. RANGKAP KEPSEK, BUNGKAM SAAT DIKONFIRMASI
Keterangan sejumlah Guru menyebutkan Muhammad Tarmizi rangkap jabatan sebagai Plt Kepala SDN lain.
Yang menjadi ironi, Juga disebut sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah(K3S) yang seharusnya menjadi contoh kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan pengelolaan sekolah malah diduga sebaliknya.
Saat wartawan meliput, Kepala Sekolah Muhammad Tarmizi tidak masuk. Diungkap langsung oleh Ibu Bendahara sekolah. Saat dikonfirmasi via WhatsApp hingga berita ini tayang, Tarmizi memilih bungkam.
KEMANA DANA BOSP 400 JUTAAN PERTAHUN?
Inilah pertanyaan besar publik. Padahal Dana BOSP di sekolah ini di atas Rp 400 Juta per tahun. Dengan dana sebesar itu, kemana larinya? Kenapa untuk listrik 6 RKB saja tidak mampu diperbaiki? Kenapa plafon bolong dibiarkan? Kenapa wifi lelet tidak di-upgrade? Kenapa lapangan berbahaya tidak dicor ulang?
Publik kini mendesak dengan keras, Bupati Siak Dr. AFNI ZULKIFLI M.Si, melalui Kadis Pendidikan harus segera EVALUASI dan COPOT M. Tarmizi!
Dan yang lebih penting, sudah selayaknya Inspektorat Kabupaten Siak dan Aparat Penegak Hukum (APH) turun memeriksa dan mengaudit total Dana BOSP SDN 05 Sam-Sam. Ada dugaan kuat penyelewengan dan pembiaran yang berpotensi merugikan negara dan merusak masa depan pendidikan di Kabupaten Siak.
Jika dibiarkan, SDN 05 Sam-Sam bukan mencetak generasi pintar, tapi mencetak generasi yang belajar dalam ketakutan plafon runtuh dan menghirup bau tikus. (Tim)


















