banner 728x250

Meskipun Tak Ada Rumah Adat, Namun Diduga Ada LPJ Untuk Perawatan Rumah Adat di Desa Nanggarjati Hutapadang

banner 120x600
banner 468x60

Tapsel, sinargebraktv.com 

Nilai budaya dan kerukunan warga Desa Nanggarjati Hutapadang, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini terancam pudar. Rumah Adat yang seharusnya menjadi pusat kegiatan adat dan pererat persaudaraan, justru tak ada. Padahal, keberadaan Rumah Adat di setiap desa sangat diperlukan. Selain sebagai sarana tempat berkumpul para tokoh, juga dapat menjalin hubungan kekeluargaan yang lebih akrab antara sesama warga. 

banner 325x300

Desa Nanggarjati Hutapadang dihuni oleh sebagian besar marga Batubara. Sayangnya, tak memiliki Rumah Adat yang seharusnya ada. Tapi dibalik maraknya tandatanya dari sebagian besar warga, justru terendus ada Laporan yang menyatakan Dana Desa digunakan untuk biaya perawatan Rumah Adat. Hal itu tertuang di dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepala Desa sejak tahun 2019 hingga tahun 2025.

Sungut-sungut yang tak berkesudahan ditengah-tengah masyarakat, membuat media ini meminta tanggapan kepada seorang warga berinisial NR, “Kami hanya bisa bersungut-sungut bang. Tak ada kekuatan kami untuk bertindak ke kepala desa terkait Rumah Adat yang tak pernah dibangun di desa ini, “ungkap NR saat ditemui di salah satu warung kopi desa itu, (03/06/2026).

Hal senada juga disampaikan warga lainnya berinisial MN, “Kami dengar ada dana dari Dana Desa sejak 2019 yang dilaporkan untuk merawat Rumah Adat. Hal itu bisa dilihat dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pak Kades. Padahal, Rumah Adat  nya tak ada. Kami khawatir uang itu justru dipakai untuk keperluan pribadi, mungkin untuk mempercantik rumah kepala desa atau keperluan lain, bukan untuk kepentingan umum. Selama ini, pengelolaan dana di kantor desa juga dirasa kurang transparan, kami sulit tahu rincian penggunaannya, “tuding MN dengan nada penuh kecurigaan.

Melihat adanya indikasi ketidaksesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan hasil pekerjaan yang ada di lapangan, warga menuntut agar penggunaan Dana Desa khususnya pos pemeliharaan Rumah Adat diaudit secara menyeluruh dan objektif. Warga juga berharap aparat penegak hukum dan pihak berwenang turun tangan menelusuri jejak penggunaan dana tersebut, guna membuktikan apakah terjadi penyalahgunaan anggaran atau penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus desa maupun Kepala Desa Nanggarjati Hutapadang belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan penyalahgunaan dana dan kondisi terbengkalai Rumah Adat tersebut. Media ini akan terus memantau perkembangan kasus ini. (Monang).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *