PASIR PANGARAIAN – Di tengah tantangan keberlanjutan fasilitas publik yang seringkali terhambat masalah biaya pemeliharaan, PT Anugerah Niaga Sawindo (ANS) muncul sebagai pelopor perubahan. Perusahaan ini membuktikan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan kemaslahatan umat, khususnya dalam menjaga marwah Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu.
Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terstruktur, PT ANS melakukan langkah konkret dengan mengelola kebun sawit seluas 30 hektare. Skema kerja sama ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang transparan dan berdampak luas.
Transparansi dan Keberpihakan pada Rumah Ibadah
Dalam pengelolaan kebun tersebut, PT ANS menetapkan pembagian hasil yang sangat proporsional. Sebanyak 60% dialokasikan untuk menopang biaya investasi dan operasional perkebunan guna memastikan keberlanjutan produksi.
Namun, yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan sisa 40% hasil pengelolaan. Sebesar 40% dari porsi tersebut disalurkan langsung secara rutin untuk mendukung aktivitas keagamaan, pemeliharaan bangunan, serta kemakmuran Masjid Agung Islamic Center. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa PT ANS menempatkan kepentingan rumah ibadah sebagai prioritas utama.
Harapan dan Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Ketua Badan Pengelola Islamic Center, Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si, mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi ini. Menurutnya, kerja sama ini adalah “napas baru” bagi Islamic Center.
Ini bukan hanya soal angka, tapi soal harapan. Kami ingin Islamic Center tidak hanya megah secara fisik, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan penguatan sosial bagi masyarakat Rokan Hulu,” ujar Ibnu Ulya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT ANS. Ia menilai langkah ini adalah teladan bagi dunia usaha lainnya di Rokan Hulu.
“Kontribusi PT ANS adalah contoh nyata bagaimana dunia usaha seharusnya hadir. Mereka tidak hanya mengambil keuntungan dari bumi Rokan Hulu, tapi memberikan kembali (give back) manfaat yang besar bagi masyarakat dan simbol religi kebanggaan kita semua,” tegas Bupati Anton.
Langkah PT ANS ini diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan lain untuk lebih peduli terhadap aset-aset publik dan kemanusiaan, memastikan bahwa simbol kejayaan religi di Rokan Hulu tetap tegak berdiri demi generasi mendatang.(Hmd)


















