banner 728x250
Berita  

PELAYANAN PUSKESMAS KERASAAN KECAMATAN PEMATANG BANDAR DINILAI Tidak Epektip PASIEN TERLANTAR TAK DAPAT RUJUKAN

Oplus_131072
banner 120x600
banner 468x60

SIMALUNGUN – Pelayanan di Puskesmas Kerasaan , Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dikeluhkan masyarakat. Puskesmas yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat justru diduga kosong tanpa petugas saat jam kerja.

Oplus_131072

Peristiwa tersebut terjadi pada *Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB*. Saat itu, seorang pasien datang ke Puskesmas Kerasaan untuk meminta surat rujukan berobat. Namun setibanya di lokasi, tidak satu pun petugas terlihat berada di tempat.

banner 325x300

Jam 14.00 WIB Puskesmas Kosong, Pasien Terlantar*

Pasien tersebut harus menunggu hampir setengah jam. Baru pada pukul *14.30 WIB*, muncul seorang petugas perawat.

Ketika ditanya oleh pasien kemana semua petugas Puskesmas, perawat tersebut menjawab dengan enteng, “Dokternya sudah pulang, Pak.”

Jawaban itu membuat pasien heran, Bukannya petugas pulangnya jam 16.00 WIB?” tanya pasien*Pasien Diminta Pindah-Pindah Ruangan*

Bukannya memberikan pelayanan, petugas tersebut malah mengarahkan pasien untuk berobat ke ruangan ujung.

Padahal pasien tersebut hanya ingin meminta surat rujukan. “Saya mau minta surat rujukan, Bu, kenapa mesti di ruangan ujung, biasanya kan di pintu masuk ruangan ini,” jawab pasien tersebut.

Pasien dengan inisial *A.S* itu mengaku sangat kecewa dengan perlakuan petugas Puskesmas Kerasaan Itersebut. Terlebih, tidak ada satu pun Dokter yang berada di tempat saat jam pelayanan masih berlangsung.

Kepala Puskesmas Tidak di Tempat*

Ironisnya, epala Puskesmas (Kapus) Kerasaan , *Risde Sinaga, http://S.Tr.Keb, S.K.M*, juga tidak berada di tempat saat kejadian. Puskesmas terlihat seperti tanpa komando dan tanpa pengawasan.

Menurut keterangan para petugas jam kerja malam yang biasanya tiga ( 3 ) orang standbay, maka sekarang dikurangi yang jaga menjadi dua ( 2 ) orang.

Puskesmas kerasaan itu letaknya di pinggir jalan lintas, mengapa petugas perawat yang biasa tiga ( 3 ) orang kok malah dikurangi menjadi dua ( 2 ) orang.

Ini semua atas perintah kapusnya.. Padahal, tujuan utama didirikannya Puskesmas adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan mengutamakan pencegahan dan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.

Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, jika petugasnya sendiri meninggalkan tugas sebelum jam kerja selesai?

Minta Kadis Kesehatan Simalungun Bertindak Tegas*

Atas kejadian tersebut, masyarakat meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun agar segera menindaklanjuti dan memberikan sanksi tegas kepada para petugas, terutama Kepala Puskesmas Kerasaan

Masyarakat berharap Dinkes Simalungun tidak tutup mata dan segera melakukan sidak ke Puskesmas Kerasaan untuk melihat langsung para Dokter dan petugas pelayanan di sana.

Jangan sampai Puskesmas yang dibangun dengan uang rakyat, justru tidak memberikan pelayanan kepada rakyat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Kerasaan Ibelum berhasil dikonfirmasi.

Untuk itu pemerintah kabupaten Simalungun Bupati atau pak Sekda agar mengevaluasi kapus beserta para Dokternya yang bertugas di Puskesmas Kerasaan Kecamatan Pematang Bandar.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *