Kota Tebingtinggi — Kepala Bidang di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup menciptakan terobosan inovatif dalam penanganan sampah, diberi nama Unit Pengangkut Sampah (UPS). Alat sederhana namun fungsional ini lahir dari keprihatinan melihat tumpukan sampah yang menumpuk berhari-hari di TPS saat kendaraan operasional rusak.

Inovasi ini digagas dan dibangun secara gotong royong bersama staf kantor dan petugas lapangan, sepenuhnya bersumber dari dana swadaya.
Selama ini, petugas mengandalkan cara konvensional: sampah dicakar satu per satu, dimasukkan ke keranjang bambu, lalu diangkat manual ke truk — proses yang berat, lambat, dan melelahkan. Dengan adanya UPS, sampah cukup dipindahkan dari TPS menuju truk melalui jalur alat tersebut, memangkas waktu, tenaga, dan biaya secara signifikan.
“Kami melihat timbulan sampah yang terus bertambah di sejumlah TPS. Perlu penanganan yang lebih efektif dan efisien. Alat ini mempercepat pengangkutan, tepat sasaran, hemat tenaga, waktu, dan biaya,” ungkap Kabid DLH saat diwawancarai awak media.
Awak media memantau langsung dan menilai inisiatif ini sangat positif dan layak diapresiasi. UPS rutin digunakan dalam kegiatan kebersihan maupun operasional harian pengangkutan sampah. Masyarakat berharap inovasi ini terus dikembangkan lebih lanjut demi pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.(Jonny Sikumbang)


















