PEKANBARU, Sinargebraktv.com — Satuan Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai berhasil membongkar dugaan praktik penimbunan dan peredaran pupuk bermasalah yang meluas di wilayah Provinsi Riau, Jumat (2/10/2026). Pengungkapan bermula dari pemeriksaan sederhana di jalan, lalu mengarah ke temuan gudang besar yang menyimpan puluhan ton pupuk.

Dimulai dari Simpang Perawang
Sekitar pukul 00.25 WIB, personel Deninteldam XIX/TT menghentikan truk Mitsubishi Canter HDL berplat BM 8005 SQ yang melintas di Simpang Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Pemeriksaan menemukan 129 sak pupuk atau sekitar 6,5 ton.
Ternyata, dokumen dan surat jalan yang dibawa tidak sesuai. Ketidaksesuaian ini memicu dugaan kuat dan menjadi pintu masuk pengembangan lebih lanjut. Truk beserta muatan langsung diamankan.
Jejak Mengarah ke Kampar: Ditemukan 69,2 Ton Pupuk
Berdasarkan keterangan pengemudi, tim melacak sumber barang hingga ke Desa SP 2 Kijang Makmur, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Di sana, petugas melihat aktivitas pemuatan pupuk ke enam kendaraan yang diperkirakan berkapasitas total 63 ton.
Penelusuran lanjut menemukan lokasi gudang penyimpanan yang diduga menjadi pusat penimbunan. Di tempat itu ditemukan 1.389 sak pupuk dengan berat total 69.275 kilogram (69,2 ton). Jumlah ini terpisah dari 6,5 ton yang diamankan di Siak.
Diserahkan ke Polda Riau, Dugaan Pupuk Oplosan Masih Ditelusuri
Hingga kini, dugaan bahwa pupuk tersebut merupakan jenis oplosan masih dalam tahap pendalaman. Belum dapat dipastikan kandungan, asal-usul, serta pelanggaran hukum yang terjadi. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Riau untuk pemeriksaan menyeluruh.
Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan akan terus mengkoordinasikan dan mendalami kasus ini agar seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
(Red)


















